Tonni Kurniawan

1 / Bisakah Anda ceritakan lebih lanjut tentang diri Anda? Tentang karier dan bidang penelitian Anda?

Saat ini saya adalah peneliti di sebuah universitas negeri di Republik Rakyat Cina. Sebagai ilmuwan, saya pernah melakukan penelitian di Finlandia, Inggris, dan Jerman. Mengingat kontribusi saya di bidang teknologi, saya telah menerima berbagai penghargaan internasional. Baru-baru ini Institute for Scientific Information memilih saya sebagai salah satu ilmuwan yang paling sering dikutip di bidang teknik. Bidang penelitian saya adalah aplikasi ilmu kimia untuk keperluan industri.

 

2 / Pada 2015, Anda memenangkan ASEAN Green Award dari ASEAN Academy of Engineering and Technology sebagai technopreneur hijau muda dan kontributor pertumbuhan hijau di kawasan ASEAN. Bisakah Anda ceritakan lebih lanjut tentang proyek Anda saat itu?

Proyek itu mengenai pemulihan lingkungan yang tercemar akibat logam berat seperti timbal, tembaga dan seng. Ide untuk melakukan penelitian di bidang ini didasarkan pada konsep bahwa lingkungan yang tercemar dapat dipulihkan menggunakan bahan seperti arang tempurung kelapa. Bahan non-konvensional seperti limbah pertanian banyak tersedia di Asia Tenggara. Karena tempurung kelapa memiliki nilai ekonomi kecil, ini dapat diperoleh secara gratis atau dengan biaya minimal. Konversinya ke karbon, yang dapat digunakan untuk pemurnian air, akan menambah nilai ekonomi, membantu mengurangi biaya pembuangan limbah, dan yang terpenting, memberikan pilihan murah untuk karbon aktif.

 

3 / Sebelum kesuksesan Anda dalam ASEAN Green Awards, Anda telah mendapatkan banyak pengakuan di berbagai acara ilmiah dan teknologi internasional yang ditujukan kepada para peneliti muda dan berbagai inovasi terkait pelestarian lingkungan. Ini bukan hanya pengakuan terhadap kualitas pekerjaan Anda, tetapi juga menunjukkan keterlibatan Anda dalam komunitas peneliti ramah lingkungan dan inovator global. Sebagai peneliti apakah hal ini merepresentasikan keyakinan Anda terhadap pekerjaan Anda? Bagaimana Anda melihat integrasi global penelitian yang berfokus pada pelestarian lingkungan saat ini?

Sebagai ilmuwan, saya mempromosikan paradigma kimia hijau dengan menerapkan gagasan Produksi Bersih, yaitu bagaimana memecahkan masalah polusi menggunakan sedikit bahan kimia dengan sedikit energi, sambil meminimalkan limbah yang dihasilkan.

Secara umum, jalan ke depan untuk melindungi lingkungan tercermin oleh prinsip-prinsip Produksi Bersih yang diperjuangkan oleh UNEP sejak tahun 2000-an. Karena itu, para ilmuwan menggunakan bahan-bahan yang tidak hanya bisa meminimalkan timbulnya limbah sekunder, tetapi juga mengurangi konsumsi energi, sambil memastikan bahwa limbah diperlakukan memenuhi undang-undang yang berlaku. Dengan mengembalikan kualitas limbah air mendekati minum air baku, ilmuwan berinovasi dalam mengatasi masalah pencemaran air.

 

4 / Start-up Anda hanya telah dipilih oleh French Tech di ajang Hello Tomorrow Challenge, kompetisi yang memberikan penghargaan kepada 500 start-up terbaik di bidang iptek. Anda akan berpartisipasi pada Hello Tomorrow Summit Global yang akan diselenggarakan bulan Oktober 2016 di Paris. Dapatkah Anda menceritakan tentang proyek yang tim Anda kerjakan untuk ajang besar ini? Kemudian, apa yang Anda harapkan dari pertemuan ini?

Beberapa negara memiliki begitu banyak tempat pembuangan limbah, namun mereka masih mengimpor minyak. Bayangkan jika mereka memiliki pengetahuan untuk memanfaatkan energi mereka. Kita semua tahu bahwa akan ada revolusi energi global. Di Paris, kami akan menyampaikan hal ini kepada para investor dan semoga ada yang tertarik untuk terlibat dalam proyek kami.

 

 5 / Apa rencana Anda untuk tahun 2017?

Bila kami mendapatkan investor yang cocok untuk rencana jangka panjang ini, kami ingin memperbesar skala proyek ini agar mendapatkan pasar yang lebih luas.