Kerjasama

Kemitraan Prancis-Indonesia Bidang Pendidikan Kejuruan: Delapan Mahasiswa Indonesia Akan Segera Lulus dari BTS Setelah Dua Tahun Kuliah di Normandia

Pada 2015, melalui Bagian Kerja Sama Pendidikannya, IFI menginisiasi program pertukaran pelajar SMK di bidang industri. Delapan pelajar Indonesia terpilih untuk melanjutkan pendidikan selepas SMK di BTS (sepadan politeknik) di Prancis. Program ini adalah buah kerja sama antara IFI, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Asosiasi Sekolah Tinggi Kejuruan Prancis Bidang Energi dan Efisiensi Energi (Campus des Métiers et des Qualifications en Energies et Efficacité Energétique/CMQ 3E) Akademi Rouen, Normandia, Prancis.

 

Kedelapan pelajar Indonesia tersebut diseleksi oleh PSMK dan berangkat kuliah ke Prancis pada September 2015. Sebelum berangkat, mereka dibekali kursus bahasa Prancis selama 280 jam di IFI Surabaya agar mampu memenuhi kebutuhan kebahasaan dasar di lingkungan baru mereka di Prancis. Mereka kemudian bergabung di salah satu dari empat jurusan BTS bidang industri yang diselenggarakan di sekolah Schuman-Perret, Siegfried au Havre, dan Descartes-Maupassant di Kota Fécamps. Ketiganya adalah anggota dari CMQ 3E.

 

Berkat ketekunan mereka dan asuhan tim pendamping, kedelapan pelajar Indonesia ini telah berhasil menyelesaikan studi dua tahun mereka dengan cemerlang dan akan segera menerima ijazah BTS. Beberapa di antara mereka berharap dapat melanjutkan kuliah di Prancis, baik di universitas maupun sekolah tinggi teknik.

 

Beasiswa gabungan Prancis-Indonesia ini menggarisbawahi ketertarikan Kementerian Pendidikan Indonesia terhadap program BTS Prancis. Kementerian Pendidikan bertanggung jawab atas strategi penguatan pendidikan teknisi menengah di Indonesia.

 

Selain keberhasilan pribadi para pelajar ini, penerimaan mereka di institusi pendidikan Prancis menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan menengah atas Indonesia dan pendidikan tinggi teknik Prancis, dengan beberapa penyesuaian, dapat bersinergi. Program ini juga memungkinkan terjadinya pertukaran budaya, teknis dan ilmiah antara Prancis dan Indonesia.

 

Temukan kisah para pelajar Indonesia ini dan tim pendamping mereka dalam artikel terbitan jurnal Paris-Normandie (19 Maret 2017) di sini.