Seminar

MORE THAN 15,000 CENTURIES AGO, THEY DISCOVERED JAVA

oleh François Sémah
7 Juni 2017 | 19.00
Auditorium IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No.20

GRATIS (dengan reservasi)

RSVP : reservation@ifi-id.com

Revolusi ilmu pengetahuan yang secara bersamaan dilakukan di Asia dan Eropa oleh Alfred Wallace dan Charles Darwin, keterpukauan para cendekiawan Jawa terhadap fosil-fosil, dan ketertarikan antropolog Eugène Dubois akan eksplorasi saintifik bersatu padu pada akhir abad ke-19 melahirkan sebuah disiplin ilmu baru di Indonesia, yaitu paleontologi manusia.

 

Penemuan yang disebut sebagai "Manusia Jawa” atau pithecanthropus – yang kini diakui sebagai bagian dari sejarah manusia yang hilang – telah membukakan jalan lebih dari satu abad menuju riset-riset yang menggairahkan mengenai leluhur manusia paling awal, mata rantai yang sempat hilang antara manusia kera dengan manusia modern.

 

Seiringan dengan terjadinya siklus iklim (glasial – interglasial) di planet kita, keadaan alam di lempeng Sunda telah mengalami bermacam revolusi ekologis di mana lautan meninggalkan tempat untuk daratan dan hutan-hutan untuk padang sabana. Maka terbentuklah jalan-jalan yang menjembatani pulau-pulau, yang memungkinkan manusia mencapai suatu daerah yang di kemudian hari menjadi terisolir.

 

Berkat penggalian-penggalian arkeologis, leluhur manusia ini dapat bercerita tentang sejarah panjang manusia dari hampir 1,5 juta tahun yang lalu, yang membuat kita memahami kemampuan beradaptasi para pendahulu kita (baik secara biologis maupun sosial budaya), namun yang memunculkan pula banyak pertanyaan untuk dijawab.

 

Pembicara

Insinyur dan geolog François Sémah mempelajari geologi periode kuarter dan prasejarah di Universitas Provence (Marseille) di mana ia meraih gelar doktor spesialis (1979) dan doktor negara (1984). Ia pernah menjadi atase, kemudian penanggung jawab dan akhirnya direktur penelitian di CNRS (1979-1998), serta bertugas di beberapa negara untuk IRD (Polinesia Prancis, Indonesia, Kaledonia Baru). Sejak 1998, ia bekerja untuk Museum Sejarah Alam di mana ia menjadi Kepala Departemen Prasejarah dan Direktur Pengajaran.

 

Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya selepas masa kuliah berfokus pada manusia-manusia pertama yang tinggal di pulau-pulau di Asia Tenggara dan Pasifik sejak manusia pertama dalam sejarah kemanusiaan, kemudian manusia-manusia pertama dari spesies Homo sapiens yang menaklukkan kepulauan di Asia Tenggara dan penghuni pertama Kaledonia Baru sampai pada keturunan-keturunan pertama navigator austronesia yang datang di pertengahan era kita di Iles-Sous-Le-Vent dekat Tahiti.